Kerja kersa, tekun, ulet, dan teliti merupakan empat sikap terpuji yang perlu dimiliki oleh setiap orang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Keempat sifat tersebut mesti dilakukan secara integral sebab antara yang satu dengan yang lainnya saling mendukung. Berikut ini akan dijelaskan pengerian dari masing-masing sifat tersebut. A. Kerja keras Bekerja keras adalah bekerja dengan gigih dan sungguh-sungguh untuk mencapi suatu cita-cita. Bekerja keras tidak mesti “banting tulang” dengan mengeluarkan tenaga secara fisik, akan tetapi sikap bekerja keras juga dapat dilakukan dengan berpikir sungguh-sungguh dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan demikian, sikap kerja keras dapat dilakukan dalam menuntut ilmu, mencari rezeki, dan menjalankan tugas sesuai dengan profesi masing-masing. Pentingnya bekerja keras ini tersirat dalam firman Allah surat al-Jumu’ah ayat 10: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 April 2020
Senin, 23 Maret 2020
13 Cara Menghormati Guru Dalam Islam Paling Dianjurkan
Posted on 13.34 by Admin
Kita harus berbuat baik atau berbakti tidak hanya kepada kedua orang tua. Kita juga diperintahkan untuk berbuat baik atau berbakti kepada guru. Guru-guru kita lah yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita. Sebagai pendidik, guru membentuk kita menjadi manusia yang beriman, mengerti tentang hal yang baik dan buruk, berbudi pekerti luhur, dan menjadi orang yang bertanggung jawab, baik kepada diri sendiri, masyarakat di sekitar kita, bangsa, maupun negara. Mari menghormati guru yang telah banyak berjasa kepada kita.
Cara Berbakti Kepada Orang Tua dalam Islam dan Keutamaannya
Posted on 13.30 by Admin
Jakarta - Ada sebuah kisah tentang Uwais al Qarni yang kerap dijadikan contoh bagaimana seorang anak harus berbakti kepada orang tua. Di dalam Al Quran dan hadits pun juga banyak disebutkan berbagai cara berbakti kepada orang tua dalam Islam.
Berbakti kepada orang tua sudah semestinya dilakukan seorang anak. Keutamaan berbakti kepada orang tua dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir (2/298). Di situ disebutkan bahwa menghormati orang tua merupakan hal yang penting dilakukan. Sebab, anak bisa lahir ke dunia karena kedua orang tua.
Allah SWT juga menempatkan kalimat kedua orang tua (walidain) setelah kata perintah keesaan kepada Allah, seperti Quran surat Luqman ayat 14
Berbakti kepada orang tua sudah semestinya dilakukan seorang anak. Keutamaan berbakti kepada orang tua dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir (2/298). Di situ disebutkan bahwa menghormati orang tua merupakan hal yang penting dilakukan. Sebab, anak bisa lahir ke dunia karena kedua orang tua.
Allah SWT juga menempatkan kalimat kedua orang tua (walidain) setelah kata perintah keesaan kepada Allah, seperti Quran surat Luqman ayat 14
Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Posted on 13.28 by Admin
Mungkin sebagian dari kita bingung mengisi waktu liburan kali ini. Ada yang mengisinya dengan menonton televisi, tamasya, belanja, jalan-jalan, dan lain-lain. Ada yang mengisi liburannya dengan setumpuk kegiatan organisasi di kampus, ada pula yang mengisinya dengan menghadiri banyak pengajian. Sebagian mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, sedangkan sebagian yang lain mengisinya dengan kegiatan yang sia-sia. Terlepas dari semua itu, tidakkah kita ingat bahwa terdapat suatu kegiatan yang sangat mulia dan utama? Kegiatan mulia yang bernama “berbakti kepada kedua orang tua”.
Rabu, 16 April 2014
iman-kepada-rasul
Posted on 09.49 by Admin
Beriman kepada rasul merupakan rukun iman yang keempat. Para rasul diberikan wahyu agar disampaikan kepada manusia. Mengapa Allah memberikan wahyu kepada nabi dan rasul? Manusia perlu diberi ajaran dan tuntunan agar hidupnya baik dan benar. Manusia akan mengenal jalan yang lurus berdasarkan wahyu guna membangun masyarakat yang baik.
Jadi pengertian iman kepada rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah benar-benar mengutus para rasul yang diberi wahyu untuk membimbing umatnya ke jalan yang lurus untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Mengimani rasul hukumnya wajib bagi setiap mukmin. Kita harus memercayainya dan meyakininya. Di dalam memercayai rasul kita harus memerhatika dua hal berikut.
1. Tidak boleh membedakan antara nabi yang satu dengan nabi yang lainnya.
Kita wajib mengimani bahwa keseluruhan nabi dan rasul Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an benar-benar utusan Allah swt serta menyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir sampai hari kiamat nanti.
Semua rasul itu saling membenarkan, sehingga kita tidak boleh membeda-bedakan. Semuanya mengajarkan tauhid yang mengesakan Allah swt. Firman Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 165 yang berbunyi:
165. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
menghindari-perilaku-dendam-dan-munafik
Posted on 09.45 by Admin
Perilaku dendam dan munafik adalah perilaku yang tercela. Islam memerintahkan agar umatnya menghindari sifat ini. Kita tidak diperbolehkan untuk memiliki rasa dendam di dalam hati.
Pada masa Rasulullah ada seorang tokoh yang terkenal kemunafikannya, yaitu Abdullah bin Ubay. Dalam perang Uhud ia berusaha memengaruhi teman-temannya untuk mundur dari perang. Atas hasutannya, sebanyak 300 orang mengundurkan diri dari perang. Mereka takut menghadapi perang tersebut. Perbuatan Abdullah bin Ubay hanya disebabkan karena pendapatnya tidak diterima oleh Nabi Muhammad saw.. Sebelum berperang, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat. Musyawarah itu memutuskan untuk perang terbuka. Kaum muslimin keluar dari kota Madinah menuju medan perang.
Pengertian, Ciri-ciri Dendam dan Munafik
Posted on 09.44 by Admin
Dendam
Dendam merupakan salah satu perilaku yang tercela. Dendam artinya adalah keinginan keras di dalam hati untuk membalas orang lain. Apabila orang lain berbuat suatu kesalahan kepada seseorang, maka di dalam hati memiliki keinginan untuk membalasnya pada waktu yang lain. Keinginan tersebut tertanam di dalam hati, dan berusaha mencari kesempatan untuk melampiaskan dendamnya tersebut.
Islam tidak menginginkan umatnya menjadi pendendam, walaupun kepada orang kafir sekalipun. Akan tetapi, Allah menghendaki hamba-hamba-Nya untuk menjadi hamba yang pemaaf. Rasa benci dan amarah yang ada di dalam hati, hendaklah ditahan untuk tidak dilampiaskan pada waktu yang lain. Orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain termasuk orang yang bertakwa yang akan disediakan surga oleh Allah swt.
Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran [2]:133-134
Jumat, 14 Maret 2014
Keadaan Seorang Mukmin
Posted on 22.15 by Admin
Al-Hasan al-Bashri rahimahumallah mengatakan,
“Manusia terdiri dari tiga golongan: mukmin, kafir, dan munafik. Orang mukmin, Allah Subhanahu wata’ala memperlakukan mereka sesuai dengan ketaatannya. Orang kafir, Allah Subhanahu wata’alatelah menghinakan mereka sebagaimana kalian lihat. Adapun orang munafik, mereka ada di sini, bersama kita di rumah-rumah,
Sabtu, 15 Februari 2014
Pentingnya dalam Menceritakan Kisah Nabi dan Rasul pada Anak
Posted on 11.54 by Admin
PAI SMPN 21 PADANG-Penting untuk menceritakan kisah para Nabi dan Rasul pada Anak-anak. Banyak pondasi penting tentang aqidah, Ibadah, akhlaq, dakwah dalam kisah tersebut yang bisa memberi kekuatan pada jiwa anak. Kisah Nabi dan Rasul menjadi penting dan istimewa untuk diajarkan pada anak-anak kita, karena ada aspek keimanan di dalamnya. Sebagai umat Islam kita tidak hanya dituntut untuk mengetahuinya, namun meyakini, mengambil pelajaran/ibrah dan meneladaninya.
Minggu, 19 Januari 2014
Balqis Faradiba, Jilbab Semakin Mempercantik Diri
Posted on 06.50 by Admin
PAI SMPN 21 PADANG-Perempuan akan dipandang lebih terhormat bila berjilbab dengan baik.
Tanggal 18 Agustus 2010 merupakan momentum bersejarah bagi Balqis. Pemilik nama lengkap Balqis Faradiba itu mengisahkan, saat itulah titik balik hidupnya.
Tanggal 18 Agustus 2010 merupakan momentum bersejarah bagi Balqis. Pemilik nama lengkap Balqis Faradiba itu mengisahkan, saat itulah titik balik hidupnya.
Perempuan yang semula tidak berjilbab, kemudian memberanikan diri menutup aurat di kala duduk di bangku sekolah menengah.
Mengapa Kita Mengalami Kesempitan Hidup?
Posted on 06.48 by Admin
PAI SMPN 21 PADANG-Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta''. (QS 20:124)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud waman a'radla an dzikri yaitu sikap menolak perintah Allah dan apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya, kemudian mengambil aturan/hukum selain dari petunjuk Allah. Sedangkan maisyatan dlanka adalah kesempitan hidup di dunia, tidak memperoleh kebahagiaan, dada mereka sempit karena kesesatannya.
Senin, 09 September 2013
Keutamaan Shalat Berjamaah “
Posted on 13.39 by Admin
PAISMPN21PADANG.COM-Sebagaimana disebutkan dalam sebuah kaidah syar’i, melaksanakan hal yang wajib lebih utama daripada melaksanakan hal yang sunnah. Di antara dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wata’ala dalam hadits qudsi,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ
“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada perkara yang Aku wajibkan atasnya.” (HR. al-Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Al-Imam al-Bukhari rahimahullahdalam Shahih-nya mengatakan, bab “Fadhli Shalatil Jamaah” (“Keutamaan Shalat Berjamaah”). Lalu beliau menyebutkan riwayat seorang tabi’in dan seorang sahabat, sebelum menyebutkan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Adalah al-Aswad bin Yazid an- Nakha’i rahimahullah (salah seorang tabi’in senior) jika luput dari berjamaah, beliau pergi menuju ke masjid yang lain. Apabila Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhudatang ke sebuah masjid yang telah selesai ditegakkan shalat padanya, beliau mengumandangkan azan dan iqamat lalu shalat berjamaah.
Al-Imam al-Bukhari rahimahullahdalam Shahih-nya mengatakan, bab “Fadhli Shalatil Jamaah” (“Keutamaan Shalat Berjamaah”). Lalu beliau menyebutkan riwayat seorang tabi’in dan seorang sahabat, sebelum menyebutkan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Adalah al-Aswad bin Yazid an- Nakha’i rahimahullah (salah seorang tabi’in senior) jika luput dari berjamaah, beliau pergi menuju ke masjid yang lain. Apabila Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhudatang ke sebuah masjid yang telah selesai ditegakkan shalat padanya, beliau mengumandangkan azan dan iqamat lalu shalat berjamaah.
Sikap Terhadap Sesema Muslim “
Posted on 13.37 by Admin
Seseorang berkata kepada Umar bin Abdul Aziz rahimahullah,
اجْعَلْ كَبِيرَ الْمُسْلِمِينَ عِنْدَكَ أَبًا، وَصَغِيرَهُمُ ابْنًا، وَأَوْسَطَهَمْ أَخًا، فَأَيُّ أُولَئِكَ تُحِبُّ أَنْ تُسِيءَ إِلَيْهِ؟
“Anggaplah orang tua dari kalangan muslimin di sisi Anda sebagai bapak; jadikanlah yang masih muda di antara mereka sebagai anak; dan yang pertengahan umurnya sebagai saudara; maka siapakah di antara mereka yang Anda ingin berbuat buruk kepadanya?”
Manhaji ” Shalat Berjamaah Menuai Banyak Keutamaan “
Posted on 13.36 by Admin
PAISMPN21PADANG.COM-Suatu hari, seorang lelaki buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kata lelaki buta itu, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seorang penuntun guna pergi ke masjid.” Pernyataannya ini disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam demi memohon keringanan untuk tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid. Saat itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun memberi keringanan kepada lelaki buta itu untuk shalat di rumahnya. Namun, saat lelaki buta itu berbalik, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu bertanya, “Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat (azan)?” Jawab lelaki buta itu, “Ya, saya mendengarnya.” “Kalau begitu, penuhilah seruan tersebut!” kata beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR . Muslim, no. 255)
Oase ” Sebab yang Menguatkan Kecintaan Hamba kepada Allah”
Posted on 13.35 by Admin
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلاَ ،ِلهلِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Ada tiga perkara yang jika ketiganya ada pada seseorang, akan membuatnya merasakan manisnya keimanan: hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selainnya; jika mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan dia membenci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci menuju api neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ
“Dan (adapun) orang-orang yang beriman, kecintaan mereka kepada Allah lebih kuat.” (al-Baqarah: 165)
Mukmin sejati yang selalu mendambakan mengecap manisnya keimanan tentu akan terus berusaha menguatkan kecintaannya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyaht menyebutkan beberapa sebab yangdapat menguatkan kecintaan seorang hamba kepada Allah di dalam kitab beliau, Madarij as-Salikin. Berikut ini adalah rangkuman dari kitab tersebut yang dapat kami rumuskan. Sebab yang menumbuhkan dan membangkitkan kecintaan hamba kepada Allah ada sepuluh:
1. Membaca al-Qur’an dengan tadabbur dan memahami maknanya layaknya seseorang yang berusaha memahami dan mensyarah sebuah kitab yang telah ia hapal.
2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan amalan sunnah setelah menyempurnakan amalan wajib. Dengan hal ini, seorang hamba akan mencapai derajat “hamba yang dicintai Allah” setelah melampaui derajat “hamba yang mencintai Allah”.
3. Senantiasa berzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan, dengan lisan dan hati, serta dengan amalan badan dan hati. Kadar kecintaan hamba kepada Allah Subhanahu wata’alasesuai dengan kadarzikir dan ingatnya kepada Allah Subhanahu wata’ala.
4. Selalu mengedepankan perkara yang Allah Subhanahu wata’ala cintai dibandingkan dengan perkara yang kita cintai dan inginkan saat hawa nafsu menguasai; selalu berusaha meraih perkara yang Dia Subhanahu wata’ala cintai walau jalan begitu mendaki.
5. Menyibukkan hati untuk mengenal dan mentadabburi nama-nama dan sifat-sifat AllahSubhanahu wata’ala. Ia berulang merenungi dan menyaksikan nama dan sifat-Nya. Sebab, hamba yang mengenal kesempurnaan Allah Subhanahu wata’ala dalam hal nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pasti akan mencintai- Nya.
Para ahlu ta’thil (pengingkar namanama dan sifat-sifat Allah) dari kalangan Jahmiyah yang satu mazhab dengan Fir’aun1 pada hakikatnya adalah para pembegal yang menghalangi para hamba untuk bisa mencintai Allah. Sebab, mereka tidak mengakui nama-nama dan sifatsifat Allah yang merupakan sumber rasa cinta seorang hamba kepada Allah l. Tanpa mengenal nama dan sifat Allah Subhanahu wata’ala, mustahil seorang hamba mencapai derajat mahabbah.
6. Merenungi segala kebaikan, karunia, pemberian, dan nikmat lahirbatin yang Allah l limpahkan kepada hamba.
7. Tunduk dan luluhnya hati seutuhnya di hadapan Allah Subhanahu wata’ala, seperti saat seorang hamba tunduk luluh meminta hajatnya yang mendesak atau meminta ampunan dan bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh hingga air matanya bercucuran. Ini termasuk sebab yang paling menakjubkan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
8. Beribadah seorang diri menghadap Allah Subhanahu wata’ala pada waktu sepertiga malam terakhir saat Allah Subhanahu wata’ala turun ke langit dunia; berdoa kepada-Nya dan membaca al-Qur’an, kalam-Nya yang mulia; melaksanakan tata cara ibadah yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan-Nya, kemudian menutup wirid malamnya itu dengan tobat dan istighfar.
9. Bermajlis dan berkumpul bersama orang-orang yang jujur kecintaannya kepada AllahSubhanahu wata’ala; memetik manisnya buah ucapan mereka seperti memanen buah-buahan yang telah masak. Ia tidak berbicara kecuali jika berbicara lebih bermaslahat dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
10. Menjauhi segala perkara yang memalingkan hati dari Allah Subhanahu wata’ala, seperti perbuatan maksiat, makruh, sia-sia, dsb.
Dengan perantara sepuluh sebab inilah para pecinta mencapai derajat mahabbah, yaitu kemurnian cinta hingga mereka bertemu Dzat yang mereka cintai, Allah Subhanahu wata’ala. Kunci keberhasilan semua ini ada dua:
1. Kesiapan jiwa dan roh untuk menempuh jalan cinta ini,
2. Terbukanya mata hati untuk memahami rambu-rambunya.
Wallahul muwafiq.2
Semoga Allah menjadikan ilmu kita sebagai ilmu bermanfaat yang mengantarkan kita menuju kecintaan- Nya dan keridhaan-Nya.
Wallahu a’lam.
Minggu, 07 April 2013
Haruskah Jamaah Shalat Jumat Itu Minimal 40 Orang?
Posted on 20.45 by Admin
Ust, adakah dalilnya yang mewajibkan 40 orang untuk shalat Jumat, apakah ada yang membolehkan kurang dari itu? (085925144xxx)
Jawaban:
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Man waalah wa ba’d:
Memang sebagian masyarakat kita meyakini bahwa sahnya shalat Jumat adalah minimal 40 orang. Ini tidak bisa disalahkan begitu saja, dan patut dihargai karena berasal dari pendapat salah satu ulama Ahlu Sunnah, yakni Imam Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu. Bahkan Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari, bahwa dalam masalah ini terdapat lima belas pendapat para ulama.
Istinbath Hukum Ahli Hadits dan Ahli Fiqh
Posted on 20.44 by Admin
Apakah memang berbeda pola pengambilan kaidah hukum antara “mazhab ahlu hadits” dengan “mazhab ahlu fiqh”? Karena dalam banyak kasus, sering terjadi perbedaan hukum antara Ustadz / ulama ahlu hadits dengan Ustadz/ulama ahlu fiqh.
Mungkin bisa ustadz berkenan, bisa dijelaskan dasar-dasar yang membuat mereka berbeda dalam mengambil kesimpulan hukum (antara ulama ahlu fiqh dengan ahlu hadits). (Abu Amar)
Jawaban:
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa ashhabihi wa man waalah, wa ba’d:
Jagalah Allah, Niscaya Allah Akan Menjagamu
Posted on 20.43 by Admin
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ الله ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ، كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ، يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتْ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ (رواه الترمذي)
Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas RA berkata, ‘Saya pernah berada di belakang Rasulullah SAW pada suatu hari, beliau bersabda, ‘Wahai anak, saya hendak mengajarimu beberapa kalimat; Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu; jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya bersamamu; jika engkau meminta, mintalah kepada Allah; jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, jika umat manusia bersatu untuk memberi manfaat dengan sesuatu, mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’ (HR. Turmudzi)
Minggu, 02 Desember 2012
ZINA, AKIBAT BURUK DAN BAHAYANYA
Posted on 18.49 by Admin
PAISMPN21PADANG.COM-Zina merupakan kerusakan sangat besar yang memberikan dampak buruk secara khusus bagi pelakunya maupun umat secara umum. Di zaman seperti ini dimana banyak sarana dan media yang cenderung menyeret kearah perbuatan keji maka perlu kiranya setiap orang mengetahui akan bahaya besar dan akibat yang ditimbulkan oleh dosa zina, supaya dapat lebih berhati-hati dan waspada agar jangan sampai mendekatinya. Diantara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah:
- Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni minimnya agama si pelaku, tak adanya sikap wara’(menjaga diri dari dosa), buruknya kepribadian dan sekaligus tak adanya rasa cemburu.
- Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang sangat ditekankan dan perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.
- Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
- Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
- Menjadikan pelakunya selalu kekurangan (fakir) atau merasa demikian sehingga tidak pernah kecukupan atas apa yang diterimanya.
- Bisa menghilangkan kehormatan pelakunya sehingga jatuhlah martabatnya baik dihadapan Allah maupun sesama manusia.
- Allah akan memberikan sifat liar di hati pelaku zina, sehingga pandangan matanya liar tak terkendali.
- Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan sinis dan penuh ketidak-percayaan.
- Zina memberi pengaruh bau busuk yang bisa ditangkap atau diindera oleh orang-orang yang memiliki qalbun salim (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
- Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina, apa yang ia temui dalam kehidupan selalu saja bertolak belakang dangan apa yang ia inginkan. Karena orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberi kebalikan dari apa yang ia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan.
- Pezina berarti telah menawarkan dirinya untuk tidak mendapatkan bidadari yang jelita di Surga kelak.
- Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahmi, durhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zhalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan bisa membawa kepada pertumpahan darah dan main dukun / tenung serta dosa-dosa besar lainnya. Zina biasanya berkaitan dengan kemaksiatan lain sebelumnya atau yang bersamaan dengannya, setelah itu biasanya akan melahirkan jenis kemaksiatan yang lain lagi.
- Zina nenghilangkan harga diri pemuda / pemudi dan merusak masa depannya disamping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan bagi pelakunya saja tapi seluruh keluarga.
- Aib yang dicorengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada tudingan kafir misalnya, karena orang kafir yang bertobat (Islam) maka persoalan selesai, namun dosa zina benar-benar membekas dalam jiwa sebab walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri ia tetap saja merasa berbeda dengan orang yang sejak semula tidak pernah melakukannya.
- Jika si pezina wanita hamil kemudian untuk menutupi aibnya ia bunuh / gugurkan bayi yang dikandungnya itu, maka ia telah berzina sekaligus membunuh. Jika ia wanita yang bersuami lalu serong sehingga hamil, kemudian ia biarkan sampai lahir maka ia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya, sehingga anak itu mewarisi mereka tanpa diketahui siapa ia sebenarnya, sungguh mengerikan naudzubillah min dzalik.
- Perzinaan akan melahirkan generasi sebatangkara yang tak bernasab, sehingga orang-orang pun akan was-was terhadap anak dari hasil zina. Dimata masyarakat dan lingkungannya ia dipandang tidak memiliki status sosial yang jelas.
- Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
- Zina dapat menyulut permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah menzinahinya.
- Perzinaan sangat berpengaruh secara kejiwaan bagi mahram / keluarga pelakunya dimana mereka akan merasa down(turun martabat) keluarganya dihadapan masyarakat, sehingga terkadang membuat mereka tidak berani untuk mengangkat muka dihadapan orang lain.
- Perzinaan bisa menyebabkan tertularnya penyakit-penyakit ganas seperti aids, siphilis (raja singa), dan GO (gonorho atau kencing nanah).
- Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan bahkan terbuka terang-terangan.
Demikian besar bahaya yang diakibatkan oleh dosa zina, oleh karenanya Ibnul Qayyim pernah berkomentar tentang hukuman bagi pelaku zina, beliau berkata:”Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan yaitu:
Pertama, hukuman mati secara buruk (rajam) bagi pezina kemudian diperingan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisik yakni dijilid seratus kali dan hukuman mental psikis dengan diasingkan selama satu tahun.
Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan menaruh rasa iba yang sampai mengalahkan hukum agama. Kasihan diperbolehkan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun itu semua jangan sampai menghalangi dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan karena orang biasanya lebih kasihan kepada pelaku zina daripada kepada pencuri, perampok, pemabuk dan sebagainya. Disamping itu dosa zina bisa saja dilakukan oleh siapa saja termasuk orang kelas atas dan punya kedudukan tinggi yang memungkinkan penegak hukum merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukumannya.
Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud bisa menjadi pelajaran dan memberikan dampak positif bagi maslahat umat.
BEBERAPA PERHATIAN BESAR
- Bahwa orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang hanya dengan satu orang saja, demikian pula yang melakukanya berkali-kali dosanya juga lebih banyak daripada yang hanya sekali.
- Pelaku zina yang berani terang-terangan lebih buruk daripada yang sembunyi-sembunyi.
- Berzina dengan wanita yang bersuami lebih banyak dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami karena adanya unsur perbuatan zhalim (terhadap suami wanita), bisa menyalakan permusuhan dan merusak keutuhan rumah tangganya.
- Berzina dengan tetangga dekat lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
- Berzina dengan wanita yang sedang ditinggal perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.
- Berzina dengan wanita kerabat atau mahram lebih jahat dan bejat daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
- Ditinjau dari segi waktu, maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
- Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
- Dilihat dari pelakunya, pezina muhson (yang sudah bersuami / istri) lebih parah daripada gadis / perjaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih jelek daripada yang jahil dan orang yang punya kemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.
BERTAUBAT
Bertaubat ini bukan saja hanya bagi pelaku zina namun bagi siapa saja yang memuluskan jalan untuk terjadinya dosa zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut andil didalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa saja dan apa saja yang bisa memancing kearah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima pertaubatan itu dan mengam-puni segala dosa yang pernah dilakukan, tak ada kata putus asa dari mencari rahmat Allah.
Allah berfirman, artinya:“Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat-gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. 25:68-70).
11 Bahaya Pakaian Ketat bagi Kesehatan
Posted on 18.44 by Admin
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
1. JELASKAN PENGERTIAN QURBAN SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 2.TULISKAN 6 HIKMAH AQIQAH! 3. TULISKAN PERBEDAAN QURBAN DANAQIQAH! 4.TULISKAN PE...
-
1. JELASKAN PENGERTIAN QURBAN SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 2.TULISKAN 6 HIKMAH AQIQAH! 3. TULISKAN PERBEDAAN QURBAN DANAQIQAH! 4.TULISKAN PE...
-
1. JELASKAN PENGERTIAN QURBAN SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 2.TULISKAN 6 HIKMAH AQIQAH! 3. TULISKAN PERBEDAAN QURBAN DANAQIQAH! 4.TULISKAN PE...
-
JELASKAN PENGERTIAN S ujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah! TULISKAN TATA CARA PUASA WAJIB DAN PUASA SUNAH! JELASKAN KETENTUA...
-
TUGAS KELAS 98 HARI INI ADALAH MEMBACA TENTANG Iman kepada rasul Allah di link berikut ini. https://paismpn21padang.blogspot.com/2020/04...
-
1. JELASKAN PENGERTIAN QURBAN SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 2.TULISKAN 6 HIKMAH AQIQAH! 3. TULISKAN PERBEDAAN QURBAN DANAQIQAH! 4.TULISKAN PE...
-
A. Pengertian Iman Kepada Kitab Allah Kata kitab berasal dari bahasa Arab ( kataba yaktubu kitabatan kitaban ) yang artinya tulisan . Ar...
-
1. JELASKAN PENGERRIAN TOLERANSI 2. JELASKAN KANDUNGAN SURAT ALHUJARAT AYAT 13 3. TULISKAN DUA BATASAN TASAMAUH DALAM ISLAM 4. TULISKA...
-
1. JELASKAN PENGERRIAN TOLERANSI 2. JELASKAN KANDUNGAN SURAT ALHUJARAT AYAT 13 3. TULISKAN DUA BATASAN TASAMAUH DALAM ISLAM 4. TULI...
-
1. JELASKAN PENGERTIAN QURBAN SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 2.TULISKAN 6 HIKMAH AQIQAH! 3. TULISKAN PERBEDAAN QURBAN DANAQIQAH! 4.TULISKAN PE...
